Permasalahan sampah di kawasan wisata pesisir menjadi perhatian serius para peneliti Universitas Islam Malang (UNISMA). Melalui sebuah penelitian, tim peneliti UNISMA menawarkan strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mendukung kelestarian lingkungan di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang.
Penelitian ini mengkaji pola pengelolaan sampah yang telah diterapkan, perilaku pengunjung dalam membuang sampah, serta peran pengelola kawasan wisata dan masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang optimal memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pengelola wisata, pelaku usaha, dan pengunjung.
Tim peneliti merekomendasikan sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan fasilitas tempat sampah terpilah, penguatan edukasi kepada wisatawan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis prinsip reduce, reuse, recycle (3R). Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi untuk kampanye lingkungan dan pelaporan kondisi kebersihan pantai dinilai dapat meningkatkan partisipasi masyarakat.
Ketua tim peneliti menjelaskan bahwa kawasan wisata yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari. Oleh karena itu, pengelolaan sampah harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui hasil penelitian ini, kami berharap dapat memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Pantai Balekambang sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Penelitian ini merupakan wujud komitmen UNISMA dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan. Diharapkan, hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan pengelola destinasi wisata dalam mewujudkan kawasan wisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

