Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) yang tergabung dalam Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) memberikan edukasi mengenai perilaku anti perundungan kepada siswa SDN 2 Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Kegiatan  tersebut bertujuan membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

mahasiswa UNISMA menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi dalam bentuk verbal, pengucilan, mengejek kondisi fisik, hingga menyebarkan cerita buruk tentang teman melalui media sosial.

Untuk memudahkan siswa memahami materi, edukasi disampaikan dengan bahasa sederhana dan dilengkapi simulasi singkat mengenai contoh perilaku perundungan. Melalui metode tersebut, siswa diajak mengenali tindakan bullying sekaligus memahami dampaknya terhadap korban.

Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman dan perasaan yang pernah mereka alami. Mahasiswa memberikan dukungan serta pemahaman bahwa keberanian untuk bercerita merupakan langkah penting ketika menghadapi tindakan perundungan.

Selain membangun keberanian untuk berbicara, mahasiswa mengajak siswa untuk membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai teman, tidak mengejek, tidak mengucilkan, serta saling membantu ketika melihat teman mengalami kesulitan.

Kepala SDN 2 Pandanajeng mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilakukan mahasiswa UNISMA. Kegiatan tersebut dinilai penting karena siswa membutuhkan ruang untuk bercerita, memahami emosi, serta mendapatkan pemahaman mengenai cara membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah.