(UNISMA) dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui penelitian di bidang peternakan. Tim peneliti UNISMA berhasil mengembangkan formulasi pakan puyuh berbahan dasar daun kelor yang dipadukan dengan enzim Non-Starch Polysaccharide (NSP) sebagai solusi pakan yang lebih ekonomis, berkualitas, dan ramah lingkungan.
Penelitian ini bertujuan memanfaatkan potensi bahan baku lokal, khususnya daun kelor, yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan mudah diperoleh. Dengan penambahan enzim NSP, kandungan serat pada daun kelor dapat dicerna lebih optimal oleh ternak, sehingga mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi serta mendukung pertumbuhan dan produktivitas puyuh.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi peternak dalam menghadapi tingginya biaya pakan yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha peternakan unggas. Melalui pemanfaatan bahan lokal, biaya produksi dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas pakan yang diberikan kepada ternak.
Selain memberikan manfaat ekonomi bagi peternak, penelitian ini juga mendukung konsep pertanian dan peternakan berkelanjutan. Pemanfaatan sumber daya lokal tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor, tetapi juga mendorong terciptanya sistem produksi yang lebih efisien dan berdaya saing.
Hasil penelitian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UNISMA dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan. Inovasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak sehingga dapat diterapkan secara luas oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan puyuh.
Melalui riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, UNISMA terus berupaya menghadirkan solusi inovatif yang mampu meningkatkan produktivitas sektor peternakan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

