Mahasiswa Program Pascasarjana Magister Peternakan Universitas Islam Malang (UNISMA) menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Melalui Program Kandidat Magister Mengabdi (KMM), mahasiswa Magister Peternakan UNISMA menggelar kegiatan pemberdayaan peternak kambing perah skala kecil melalui pelatihan pengolahan produk susu bernilai tambah. Kegiatan ini dilaksanakan bersama PKK Wijaya Kusuma RW 02 Desa Toyomarto dengan melibatkan sekitar 35 ibu-ibu yang merupakan istri para peternak kambing perah.

Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengolahan susu, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan menjaga kualitas dan keamanan susu. Materi yang diberikan meliputi higiene dan sanitasi pemerahan, penanganan susu kambing, pemilihan bahan, proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk.

Mahasiswa Magister Peternakan UNISMA juga memberikan praktik langsung kepada peserta. Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah bagaimana menghasilkan susu yang bersih dan berkualitas melalui proses pemerahan yang higienis. Peserta diberikan pemahaman mengenai kebersihan alat, pekerja, ambing dan puting kambing, hingga penyimpanan susu setelah pemerahan.

Dalam kegiatan tersebut, susu kambing juga dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai tambah. Dua produk yang dipilih untuk dikembangkan adalah nugget susu dan stik susu. Produk tersebut dipilih karena proses pembuatannya relatif sederhana, bahan dan peralatannya mudah diperoleh, serta memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk usaha rumah tangga.

Pengolahan susu menjadi produk turunan diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat ketika terjadi surplus produksi atau terdapat susu yang kurang optimal untuk dipasarkan dalam bentuk segar. Dengan pengolahan yang tepat, susu dapat memiliki masa simpan lebih panjang, variasi produk yang lebih beragam, serta nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Selain proses produksi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengemasan, penentuan masa simpan, penyimpanan, serta strategi pemasaran. Pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan produk agar dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para ibu-ibu PKK aktif berdiskusi, berbagi pengalaman mengenai pengelolaan susu kambing, serta mengikuti praktik pengolahan produk secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi bagi keluarga peternak.

Pelaksanaan KMM ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pihak pendamping peternakan dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung. UNISMA melalui Magister Peternakan terus mendorong kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat nyata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.