Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) menghadirkan inovasi pangan berbasis bahan lokal berupa nugget bayam dan susu jagung manis sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dan pencegahan stunting.
Inovasi tersebut memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan masyarakat. Bayam diolah menjadi produk nugget yang lebih menarik dan praktis untuk dikonsumsi, sementara jagung manis dikembangkan menjadi minuman susu jagung. Pengolahan ini diharapkan dapat meningkatkan variasi konsumsi pangan sekaligus memberikan alternatif makanan bergizi bagi keluarga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan produk olahan pangan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pilihan makanan yang beragam dan bergizi.
Nugget bayam dan susu jagung manis juga menjadi contoh pemanfaatan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan potensi pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Inovasi pengolahan pangan tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam menyediakan makanan yang lebih bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan masyarakat. Melalui pendekatan edukasi dan inovasi pangan, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi yang mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak.
Pemanfaatan pangan lokal juga berpotensi dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Dengan pengolahan dan pengemasan yang tepat, produk seperti nugget bayam dan susu jagung manis dapat dikembangkan sebagai produk usaha masyarakat sehingga memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun pemberdayaan ekonomi.

