Dosen Universitas Islam Malang (UNISMA) terus mendorong pengembangan inovasi berbasis bahan alam melalui riset nanoherbal immunomodulator bawang Dayak untuk broiler non vaksin. Hasil penelitian tersebut kini memasuki tahap hilirisasi sebagai upaya mengembangkan hasil riset agar memiliki manfaat dan nilai guna yang lebih luas.

Bawang Dayak menjadi salah satu bahan alam yang dikembangkan dalam penelitian karena memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Melalui pendekatan teknologi nanoherbal, bahan tersebut dikembangkan menjadi inovasi yang ditujukan untuk mendukung sistem imun pada ayam broiler.

Pengembangan nanoherbal ini menjadi bagian dari upaya menghasilkan alternatif inovatif dalam pemeliharaan kesehatan unggas. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung kondisi kesehatan dan produktivitas broiler melalui pemanfaatan bahan herbal yang dikembangkan dengan teknologi modern.

Proses penelitian dilakukan melalui tahapan ilmiah untuk mengetahui potensi dan karakteristik nanoherbal bawang Dayak sebagai immunomodulator. Hasil riset tersebut menjadi dasar penting dalam pengembangan produk agar dapat diterapkan secara lebih luas pada sektor peternakan.

Tahap hilirisasi menjadi langkah strategis untuk menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Melalui hilirisasi, inovasi yang dihasilkan dari lingkungan akademik diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai manfaat dan potensi ekonomi.

Pengembangan nanoherbal bawang Dayak juga menunjukkan peran dosen UNISMA dalam menghasilkan inovasi yang memanfaatkan potensi sumber daya alam Indonesia. Kolaborasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahan alam menjadi bagian penting dalam menciptakan inovasi peternakan yang berkelanjutan.

Bagi UNISMA, riset tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi. Hilirisasi hasil penelitian juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor industri dan pelaku usaha peternakan.

Melalui penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, UNISMA terus mendorong dosen untuk menghasilkan inovasi yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Riset nanoherbal immunomodulator bawang Dayak menjadi salah satu contoh pengembangan teknologi berbasis bahan alam yang berpotensi mendukung kemajuan sektor peternakan.