Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui program KSM Tematik mengajak siswa SD Islam Al-Faqih Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah.
Kegiatan yang mengusung tema “Smart Waste, Smart Future” ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai perbedaan sampah organik, anorganik, serta sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Edukasi tersebut bertujuan membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan materi secara interaktif dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Sampah organik dijelaskan sebagai sampah yang berasal dari bahan alami dan dapat terurai, seperti sisa makanan, daun, sayuran, dan buah-buahan. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, kaca, logam, dan kertas membutuhkan pengelolaan khusus, termasuk pemilahan dan daur ulang.
Mahasiswa juga mengenalkan jenis sampah B3, seperti baterai, minyak bekas, obat-obatan kedaluwarsa, dan limbah elektronik. Siswa diberikan pemahaman bahwa jenis sampah tersebut membutuhkan penanganan khusus karena dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan games edukatif berupa lomba pilah sampah. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta mengelompokkan berbagai contoh sampah sesuai dengan kategorinya. Metode tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman praktik kepada siswa.
Selain permainan, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai pengelolaan sampah serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan benar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNISMA berharap siswa dapat mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap kebersihan serta keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat sekolah untuk menerapkan perilaku pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

