Lembaga Pengkajian Islam dan Keaswajaan Universitas Islam Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi keislaman melalui penyelenggaraan kegiatan Fiqih Nisa. Kegiatan ini menjadi forum edukatif yang mengupas secara mendalam berbagai persoalan fiqih perempuan berdasarkan Al-Qur’an, hadis, serta pandangan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan perempuan. Berbagai materi yang dibahas meliputi fiqih ibadah perempuan, kesehatan reproduksi dalam perspektif Islam, hak dan kewajiban perempuan, hingga persoalan-persoalan kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya memahami fiqih perempuan secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam mengamalkan ajaran agama. Kajian fiqih tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga dikaji secara kontekstual dengan tetap berpedoman pada kaidah syariat dan nilai-nilai Islam yang moderat.
Pusat Kajian Aswaja UNISMA menyampaikan bahwa Fiqih Nisa merupakan agenda rutin sebagai bentuk pengabdian akademik kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, UNISMA berupaya menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang terbuka sehingga peserta dapat bertanya, berdialog, serta memperoleh pemahaman yang benar mengenai berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan Fiqih Nisa, Pusat Kajian Aswaja UNISMA berharap dapat meningkatkan literasi keislaman masyarakat, memperkuat pemahaman tentang hak dan kewajiban perempuan dalam Islam, serta menanamkan nilai-nilai keadilan, penghormatan terhadap martabat perempuan, dan moderasi beragama. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UNISMA dalam mengembangkan pendidikan Islam yang berkualitas serta menjawab berbagai tantangan sosial melalui pendekatan akademik yang inklusif.

