Tim dosen Universitas Islam Malang (UNISMA) terus mendorong pengembangan inovasi di bidang pangan dan kesehatan melalui riset sinbiotik unggulan berbasis probiotik Lactobacillus salivarius (L. salivarius) yang terenkapsulasi menggunakan arabinoxylan.
Penelitian ini menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan produk sinbiotik yang menggabungkan probiotik dengan komponen pendukung pertumbuhan mikroorganisme baik. Penggunaan teknologi enkapsulasi menjadi bagian penting dalam penelitian untuk membantu menjaga keberadaan dan stabilitas probiotik sehingga potensinya dapat dikembangkan secara lebih optimal.
L. salivarius merupakan salah satu jenis bakteri probiotik yang banyak dikaji karena potensinya dalam mendukung keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan. Dalam pengembangan riset ini, tim dosen UNISMA memanfaatkan arabinoxylan sebagai bahan yang berpotensi mendukung formulasi sinbiotik.
Pengembangan sinbiotik tersebut menunjukkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan inovasi yang memiliki potensi aplikasi lebih luas. Melalui penelitian berbasis laboratorium dan kajian ilmiah, tim dosen berupaya memperoleh formulasi yang memiliki karakteristik dan kualitas sesuai dengan tujuan pengembangan produk.
Riset ini juga menjadi bentuk kontribusi UNISMA dalam memperkuat penelitian di bidang bioteknologi, pangan, dan kesehatan. Pengembangan produk berbasis mikroorganisme dan bahan alam membuka peluang untuk menghasilkan inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam berbagai bidang, termasuk pangan fungsional dan kesehatan.
Selain menghasilkan inovasi, kegiatan penelitian ini menjadi sarana bagi dosen untuk memperkuat budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan serta membuka peluang pengembangan produk sinbiotik yang lebih aplikatif dan bernilai manfaat.
Pengembangan sinbiotik berbasis L. salivarius terenkapsulasi arabinoxylan juga menunjukkan komitmen UNISMA dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki potensi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui riset dan inovasi yang berkelanjutan, UNISMA terus mendorong dosen untuk menghasilkan karya ilmiah dan teknologi yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan bidang kesehatan, pangan, dan bioteknologi. Kegiatan ini sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian.

